Showing posts with label mengobati Asma. Show all posts
Showing posts with label mengobati Asma. Show all posts

Wednesday, January 2, 2013

Jinten-ajeran : mencegah, mengatasi, mengobati Asma

Jintan/Ajeran 

(Coleus amboinicus, Lour.)

Sinonim : Plectranthus amboinicus, Spreng.
Familia : Labiatae

Uraian :

Jintan (COLEUS AMBOINICUS) merupakan suatu tumbuhan jenis rumpu-rumputan, mempunyai batang dan tangkai berkayu. Jintan biasanya ditanam di kebun-kebun di daerah dataran rendah sampai ketingginan 1000 meter di atas permukaan laut. Batangnya lunak dan berair, bentuk daunnya mirip bed pingpong dan tepinya bergerigi. Daun Jintan memiliki bau yang khas dan bermanfaat untuk pengobatan. Pengembangbiakan tanaman ini dapat dilakukan dengan cara stek dan dapat ditanam dalam pot maupun ditanam langsung di tanah. Jintan tumbuh di tempat-tempat yang tidak terlalu banyak kena sinar matahari dan airnya cukup (tidakterlalu kering).

Nama Lokal : Jintan (Indonesia), Daun jinten (Jawa), Ajeran (Sunda); Majanereng (Madura), Iwak (Bali), Golong (Flores); Kuwuetu (Timor);

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Asma, Batuk, Perut kembung, Sakit kepala, Sariawan, Demam; Luka, Borok;

Pemanfaatan :
  1. Asma dan batuk Bahan: 3-7 gagang daun kelor, 1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau; Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Cara menggunakan : diminum, dan dilakukan secara rutin sampai sembuh.
  2. Perut Kembung Bahan: 2-3 gagang daun kelor, 1/2 sendok makan kapur sirih; Cara Membuat: Kedua bahan tersebut ditumbuk halus; Cara menggunakan: dipakai untuk obat gosok (param). 
  3. Sakit Kepala dan sariawan Bahan: 3 gagang daun kelor; Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diseduh dengan 1 gelas air masak dan disaring. Kemudian dicampur dengan madu dan diaduk sampai merata. Cara menggunakan: diminum sebelum tidur.
  4. Demam Tinggi Bahan: 3 gagang daun kelor; Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air dan diaduk sampai merata. Kemudian didiamkan sejenak sampai ampasnya mengendap; Cara menggunakan : air ramuan tersebut digunakan sebagai obat tetes mata.
  5. Luka/Borok Bahan: 1 sendok sari daun kelor dan sari buah ketimun atau wortel yang telah diparut dalam jumlah yang sama; Cara Membuat : Bahan-bahan tersebut dicampur dan ditambah dengan 1 gelas air, kemudian disaring. Cara menggunakan : diminum setiap hari. 
Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa pahit, agak dingin, penurun panas (antipiretik), anti radang (anti inflamasi), menghentikan perdarahan, melancarkan peredaran darah, astringen.

KANDUNGAN KIMIA : Phytosterin-B.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Buah Ceremai : mencegah, mengatasi, mengobati Asma

Ceremai

 BUAH CEREMAI

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Daun, kulit akar, dan biji.

INDIKASI :

Daun berkhasiat untuk: - batuk berdahak, - menguruskan badan, - mual, - kanker, dan - sariawan. Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi : - asma dan - sakit kulit.

Biji berkhasiat untuk mengatasi : - sembelit dan - mual akibat perut kotor.

CARA PEMAKAIAN :

1. Sembelit a. Siapkan biji ceremai sebanyak 3/4 sendok teh, dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Sewaktu masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari. b. Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 g, dicuci lalu ditumbuk halus. Seduh dengan 1/2 gelas air panas, lalu didinginkan. Hasil seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya.

2. Asma : Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar kara (Dolichos lablab) 1/4 genggam, buah lengkeng (Nephelium longanum; Euphoria longana) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai.tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya. Sehari 2 kali, masing-masing 3/4 gelas.

3. Kanker : Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak 1/4 genggam, daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas 1/2 jari, gadung cina 1/2 jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tertinggal kira-kira 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing cukup 3/4 gelas. 

4. Melangsingkan badan : Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan menggunakan dalamjangka waktu lama.

CATATAN :

Cairan akar beracun.
Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk pengobatan.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Daun ceremai berbau khas aromatik, tidak berasa.

KANDUNGAN KIMIA: Daun, kulit batang, dan kayu ceremai mengandung saponin, flavonoida, tanin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Daun-Jintan : mencegah, mengatasi, mengobati Asma

Daun Jintan

(Plectranthus amboinicus (L.) Spreng.)


Sinonim : Coleus amboinicus Lour. Coleus aromatica Benth.
Familia : Lamiaceae (Labiatae).

Uraian :

Tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat. Daun tunggal, mudah patah, bentuk bulat telur, tebal, tepi beringgit, berabut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Bunga majemuk, berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok warna ungu.

Bagian yang Digunakan Seluruh bagian tumbuhan.

Nama Lokal : NAMA SIMPLISIA Plectranthi amboinici Herba; Herba Daun Jintan.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pedas, menetralkan, dan membersihkan darah. SIFAT KHAS Pedas, menetralkan, dan membersihkan darah. PENELITIAN Ifiwati Wibowo,1992. Fakultas Farmasi, WIDMAN. Pembimbing: Dra. Dien Ariani L. dan dr. Irwan S. Telah melakukan penelitian daya antibakteri ekstrak Daun Jintan terhadap kuman gram negatif dari penderita infeksi saluran kemih. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak Daun Jintan dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli mulai konsentrasi 1,2 gr/ml dan bakteri P. mirabilis mulai konsentrasi 1,0 g/ml.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN
-Asma. -Batuk.
-Bayi muntah.
-Bronkhitis.
-Demam.
-Mulas.
-Pencernaan tidak baik.
-Radang saluran kandung kemih.
-Sariawan perut.
-Sakit kepala.

RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk
Ramuan: Daun Jintan segar 7 helai Air 100 ml Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh. Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Sariawan Perut (Panas Dalam) Ramuan: Daun Jintan segar 1 gram Daun Saga segar 3 gram Herba Pegagan segar 3 gram Daun Sirih segar 3 helai Kulit Kayu Turi 4 gram Air 110 ml Cara pembuatan: Dibuat infus atau dipipis.

Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus). Apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.

Bayi Muntah
Kalau bayi sering muntah dan masih menyusui pada ibunya. Muntah tersebut disebabkan karena ibunya makan makanan yang amis seperti ikan, udang, dll. Ramuan: Daun Jintan segar 2 helai Cara pemakaian: Untuk mengobati hal tersebut, ibunya sebaiknya mengunyah Daun Jintan dan cairannya ditelan. Lama pengobatan: 3 kali sehari, pagi, siang, dan sore hari, tiap kali 2 helai Daun jintan yang masih segar.

Sakit Kepala
Ramuan: Daun Jintan segar 2 helai Daun Legundi segar 2 helai Rimpang Jahe merah 1 rimpang Rimpang Bangle secukupnya Air secukupnya
Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta. Cara pemakaian: Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga. Bila ada, dapat ditambahkan minyak kelonyo.

KEGUNAAN
-Asma. -Batuk.
-Bayi muntah.
-Bronkhitis.
-Demam.
-Mulas.
-Pencernaan tidak baik.
-Radang saluran kandung kemih.
-Sariawan perut.
-Sakit kepala.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batuk
Ramuan: Daun Jintan segar 7 helai Air 100 ml Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh. Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Sariawan Perut (Panas Dalam) Ramuan: Daun Jintan segar 1 gram Daun Saga segar 3 gram Herba Pegagan segar 3 gram Daun Sirih segar 3 helai Kulit Kayu Turi 4 gram Air 110 ml Cara pembuatan: Dibuat infus atau dipipis.

Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus). Apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari. Bayi Muntah Kalau bayi sering muntah dan masih menyusui pada ibunya. Muntah tersebut disebabkan karena ibunya makan makanan yang amis seperti ikan, udang, dll. Ramuan: Daun Jintan segar 2 helai Cara pemakaian: Untuk mengobati hal tersebut, ibunya sebaiknya mengunyah Daun Jintan dan cairannya ditelan. Lama pengobatan: 3 kali sehari, pagi, siang, dan sore hari, tiap kali 2 helai Daun jintan yang masih segar.

Sakit Kepala
Ramuan: Daun Jintan segar 2 helai Daun Legundi segar 2 helai Rimpang Jahe merah 1 rimpang Rimpang Bangle secukupnya Air secukupnya
Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta. Cara pemakaian: Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga. Bila ada, dapat ditambahkan minyak kelonyo.

Komposisi : Minyak atsiri, mengandung fenol, dan senyawa kalium.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Genje : mencegah, mengatasi, mengobati Asma

Genje (Clerodendron indicum [L.] O. Ktje.)


Sinonim : C. fortunatum L., C. siphonanthus R. Br., C. lividum Lindl.

Familia : Verbenaceae

Uraian :

Genje tumbuh liar di hutan dan ladang. Kadang ditanam di halaman dekat pagar. Tumbuhan ini bisa ditemukan pada tempat-tempat yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung pada dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl. Perdu tegak dengan tinggi 1-3 m ini batangnya bulat berwarna hijau, retak-retak membujur, tengahnya berongga, percabangan simpodial. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berkarang. Helaian daun bentuk lanset, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau tua mengilap, panjang 7--15 cm, lebar 3-4 cm. Bunga majemuk, bentuk payung, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, mahkota bentuk tabung, panjang 1-1,5 cm, warnanya putih. Buah batu, bulat telur, warnanya cokelat. Biji bulat berwarna hitam.

Nama Lokal : NAMA DAERAH Indonesia: biduyuk, ganja, memadatan (Jakarta). Sumatera: Ronggo dipo (Palembang). )awa: genje (Sunda), daun apiun, sekar petak (Jawa).

NAMA ASING Chang guan jia mo li (C), glorybower (I). NAMA SIMPLISIA Clerodendri indici Folium (daun genje), Clerodendri indici Radix (akar genje).

Penyakit Yang Dapat Diobati : Rasanya pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat antiradang, pereda demam (antipiretik), pereda nyeri (analgesik), dan antibatuk (antitusif).

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, dan akarnya. Setelah dicuci, potong akar tipis-tipis, lalu jemur.

INDIKASI

Daun dan akar genje digunakan untuk pengobatan:

-radang saluran kencing, radang kandung kencing,
-radang saluran napas (bronkhitis), radang tenggorok,
-nyeri rongga mulut, nyeri hernia, nyeri lambung,
-terkilir, memar, rematik, -demam, influenzae,
-tuberkulosis paru, dan -sesak napas (asma).

CARA PEMAKAIAN:

Untuk obat yang diminum, rebus 15--30 g daun atau akar genje kering, lalu minum airnya. Untuk pemakaian luar, cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada tempat yang sakit, seperti keseleo, memar, reumatik, bisul, radang kulit bernanah, lalu balut.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Radang saluran kencing dan radang kandung kencing.
Sediakan daun genje dan rumput lidah ular (Hedyotis diffusa Willd.) dalam bentuk bahan kering (masingmasing 30 g). Cuci, lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.Rebus ampasnya sekali lagi untuk diminum pada sore hari.

Sesak napas Gulung daun genje kering (secukupnya), seperti cerutu. Bakar ujungnya, lalu isap. Demam pada anak Rebus akar genje kering (10-15 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan 3-4 kali sehari sampai sembuh.

Catatan:

Clerodendron sama dengan Clerodendrum.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, dan akarnya. Setelah dicuci, potong akar tipis-tipis, lalu jemur.

INDIKASI Daun dan akar genje digunakan untuk pengobatan:
-radang saluran kencing, radang kandung kencing,
-radang saluran napas (bronkhitis), radang tenggorok,
-nyeri rongga mulut, nyeri hernia, nyeri lambung,
-terkilir, memar, rematik, -demam, influenzae,
-tuberkulosis paru, dan -sesak napas (asma).

CARA PEMAKAIAN:

Untuk obat yang diminum, rebus 15--30 g daun atau akar genje kering, lalu minum airnya. Untuk pemakaian luar, cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada tempat yang sakit, seperti keseleo, memar, reumatik, bisul, radang kulit bernanah, lalu balut.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Radang saluran kencing dan radang kandung kencing Sediakan daun genje dan rumput lidah ular (Hedyotis diffusa Willd.) dalam bentuk bahan kering (masingmasing 30 g). Cuci, lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.Rebus ampasnya sekali lagi untuk diminum pada sore hari. Sesak napas Gulung daun genje kering (secukupnya), seperti cerutu. Bakar ujungnya, lalu isap.

Demam pada anak Rebus akar genje kering (10-15 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan 3-4 kali sehari sampai sembuh. Catatan: Clerodendron sama dengan Clerodendrum.

Komposisi :

Daun mengandung alkaloid, saponin, dan polifenol. Akar dan kulit batang mengandung saponin dan flavonoid. Akarnya juga mengandung polifenol.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Brojo-Lintang : Mencegah, mengatasi, mengobati Asma

Brojo Lintang

(Belamcanda chinensis (L.) DC.)

Sinonim : Belamcanda punctata Moenich. Pardanthus chinensis (L.) Ker. Gawl.

Familia : Iridaceae.

Uraian :

Semak yang tegak dengan akar rimpang yang merayap; 1-1,5 m tingginya. Daun jelas 2 baris, dengan pangkal yang membelah berbentuk pelepah tinggi, bentuk garis atau lanset yang miring, hijau kebiruan, bertepi transparan, yang terendah 30-60 kali 2-4 cm, yang tinggi kecil dan agak berjarak. Batang bercabang hingga berbentuk malai rata, hanya pada ujung batang ada bunganya. Seludang bunga kecil, berbunga 6-12. Anak tangkai bunga 2-4 cm, tidak rontok. Daun tenda bunga berkuku, memanjang, panjang 2,5-3,5 cm, dari luar kuning dengan tepi oranye, dari dalam oranye dengan noda merah tua; 3 yang terluar yang terbesar, pada pangkalnya ada alur madu yang ungu tua. Bakai buah berparuh pendek. Tangkai putik lebih panjang dari pada benang sari, tidak bercabang lagi. Buah di Jawa jarang berkembang, memanjang, persegi 3 beralur, pecah menurut ruang berkatup 3, tinggi 12 cm. Dari Asia Timur; tanaman bias, juga liar; 1-2.000 m.

Bagian yang Digunakan Akar.
Nama Lokal : NAMA DAERAH: Brojo lintang, Jamaka, suliga (Sunda), Semprit, wordi (jawa), Karimenga kulo, katna, ketep, ketew, kiris (minahasa)

NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Belamcandae chinensidis Radix; Akar Brojo Lintang. 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pahit, mendinginkan, dan agak beracun. KHASIAT Anti inflamasi, antipiretik, ekspektoran, stomakik, dan purgatif.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN
-Asma.
-Batuk.
-Napas dan mulut bau.
-Pencernaan tidak baik.
-Radang amandel.
-Radang kerongkongan.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batuk atau Asma
Ramuan: Akar Brojo Lintang 5 gram Kayu Masoyi 3 gram Daun Sirih segar 2 helai Herba Patikan Kebo segar 5 gram Air 110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau dipipis. Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Untuk pemeliharaan pengobatan diulang 2 kali seminggu, tiap kali minum 100 ml.

Radang Amandel atau Radang Kerongkongan
Ramuan: Akar Brojo Lintang 5 gram Buah Adas 1 gram Rimpang Nyamplung 2 gram Daun Sirih segar 2 helai Air 100 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.
Cara pemakaian: Untuk berkumur 2 kali sehari, tiap kali 50 ml, bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.

Peringatan

Tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Komposisi :

Glikosida skekanin, belamkandin, dan iridin.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058